Selasa, 19 Mei 2015

SITU PATENGAN


Kali ini saya memperkenalkan tempat wisata berupa Danau yaitu Situ Patengan, kata Situ yang berarti Danau dan Patengan artinya Mencari. Nama ini di yakini diambil dari kisah kasih sepasang insan yaitu Raden Kian Santang dan Dewi Rengganis,dan kisah tersebut bisa kamu baca di legendong.blogspot.com .

Secara administratif kawasan ini terletak di desa Patengan. Kecamatan Ciwidey, kabupaten Bandung. Sedangkan secara geografis terletak antara 7.10' - 7.15' LS dan 107.21'2" BT. Kondisi topografi lapangan dari berbukit, landai, bergelombang sedang, hingga bergunung dengan sudut kemiringan bervariasi antara 5 - 30 % dan ketinggian tempat 1.600 m dpl. Kawasan ini di kelilingi oleh serangkaian pegunungan di Ciwidey dan memiliki curah hujan rata-rata 3.556 mm/tahun. Musim kering terjadi antara bulan Maret- Juli, sedangkan musim basah terjadi antara bulan September-Januari. Temperatur rata-rata pada siang hari sebesar 23 C dan pada malam hari 17 C. Jenis tanah di dalam kawasan ini menurut peta Tanah Jawa dan Madura (1964) adalah alluvial sedikit berpasir.

Terlepas dari legendanya, Situ Patengan memang memiliki daya tarik tersendiri. Sejauh mata memandang, pengunjung dapat menikmati pemandangan indah berupa hamparan perkebunan teh, pegunungan, perkebunan stroberi, serta hutan yang mengelilinginya. Suasana terasa semakin nyaman karena kawasan ini berhawa sejuk. Bahkan, setiap harinya nyaris selalu selimuti kabut. Pengunjung pun bisa mengelilingi danau menggunakan perahu. Sama halnya dengan legenda batu cinta, konon, jika pasangan mengelilingi situ ini akan diberikan kelanggengan.

Situ Patengan pun menyimpan potensi flora dan fauna. Beberapa flora dan fauna unik dapat ditemui di kawasan ini. Apalagi, Situ Patengan telah menjadi taman wisata sejak tahun 1981 yang sebelumnya merupakan kawasan cagar alam. Pepohonan khas Jawa Barat, sejenis puspa dan saninten, masih banyak ditemukan. Jenis primata langka, surili (Presbytis comata), juga masih kerap terlihat dan terdengar suaranya di hutan sekitar situ. Untuk jenis ikan, situ ini menjadi habitat ikan sejenis nila, mas, dan tawes. Untuk sampai ke lokasi anda bisa berangkat dari bandung, Jawa Barat, Indonesia, menggunakan mobil, kurang lebih 2 jam perjalanan anda sudah sampai tujuan. Berikut peta yang bisa anda gunakan unuk mencapai lokasi, 




Di sekitar Situ Patengan juga terdapat beberapa tempat wisata lain yang dapat kamu kunjungi, diantaranya Kawah Putih, Taman Wisata Alam Cimanggu dan Ranca Upas.


Apa kamu ada rencana berlibur ke bandung, Jawa Barat, Indonesia ? Jangan lewatkan tempat wisata ini.

Minggu, 17 Mei 2015

TANGKUBAN PERAHU




Tangkuban Perahu adalah gunung berapi aktif 30 km sebelah utara dari kota Bandung, ibukota provinsi Jawa Barat, Indonesia. Hal terakhir meletus pada tahun 1826, 1829, 1842, 1846, 1896, 1910, 1926, 1929, 1952, 1957, 1961, 1965, 1967, 1969, 1983. Ini merupakan daya tarik wisata yang populer di mana wisatawan bisa berjalan kaki atau naik ke tepi kawah untuk melihat mata air panas dan lumpur yang mendidih dari dekat, dan membeli telur yang dimasak pada permukaan yang panas.  stratovolcano ini adalah di pulau Jawa dan terakhir meletus pada tahun 1983. Bersama dengan Gunung Burangrang dan Bukit Tunggul, yaitu sisa-sisa kuno Gunung Sunda setelah letusan plinian menyebabkan kaldera runtuh.

Nama "Tangkuban Perahu" berasal dari bahasa Sunda yaitu "Tangkuban / Nangkuban" yang berarti "Menelungkup" dan "Perahu" yang berarti "Perahu / Kapal kecil hanya untuk 2 atau 3 orang penumpang".
Nama Tangkuban Perahu juga berkaitan erat dengan legenda tebentuknya gunung Tangkuban Perahu yang beredar dikalangan masyarakat Bandung, legenda tersebut bisa anda baca di blog saya " legendong.blogspot.com ".

Pada gunung tersebut anda bisa kunjungi beberapa Kawah yaitu:


Kawah Ratu



Kawah Upas


Kawah Domas

Selain ketiga kawah tersebut, masih ada beberapa kawah lagi yaitu : Kawah Baru, Kawah Lanang, Kawah Ecoma, Kawah Jurig, Kawah Siluman, Kawah Jarian, dan Pangguyangan Badak. Pada saat mengunjungi Kawah sebaiknya memperhatikan  ciri-ciri kawah, layak dikunjungi atau tidak, bilamana terlihat dinding kawah tersebut berwarna kuning dan tanaman-tanaman di dekatnya banyak yang mati sebaiknya Kawah tersebut tidak didatangi, karena mengandung gas beracun. Kawah RatuKawah Upas dan Kawah Domas merupakan kawah favorit pengunjung.
Itulah sedikit informasi dari saya mengenai tempat wisata di Tangkuban Perahu. Selamat berlibur ........